Memahami “Positioning” dan Materi Kampanye Capres/Cawapres

Kampanye calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) telah dimulai sejak 2 Juni 2009 lalu. Namun demikian, jauh sebelum kampanye resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), para tim sukses dari masing-masing calon telah lebih dahulu melakukan “kampanye” yang bertujuan untuk meningkatkan citra masing-masing jagoannya.

 

Di awal masa kampanye resmi, terutama sebelum deklarasi kampanye damai diadakan oleh KPU,  ketiga pasangan calon belum begitu intens melakukan kampanye. Barulah setelah memasuki masa kampanye yang dapat mengerahkan massa terlihat berbagai langkah dan strategi ketiga pasangan calon untuk menarik simpati masyarakat. Berbagai cara dilakukan ketiga pasangan calon seperti mengunjungi pasar, mengunjungi sentra produksi masyarakat khususnya UMKM, bertemu dengan tokoh-tokoh agama, kunjungan ke pesantren, melakukan kontrak politik hingga saling memberikan stigma kepada kompetitornya.

 

Muatan Kampanye Pasangan Calon

 

Jika kita perhatikan dengan cermat, ada perbedaan yang signifikan tentang muatan dan strategi kampanye pada masing-masing pasangan calon. Hal ini tidak terlepas dari posisi masing-masing pasangan calon. Pasangan Mega-Prabowo misalnya, adalah pasangan calon yang merupakan “oposisi” pemerintah, sehingga materi kampanye berisikan berbagai kelemahan pemerintah saat ini. Semua ini dapat kita lihat melalui iklan di media televisi, media cetak, dialog di televisi dan saat kampanye terbuka yang antara lain adalah hutang negara yang bertambah, harga bahan kebutuhan pokok yang mahal, dan masalah kemandirian bangsa. Pasangan ini tidak mungkin diharapkan untuk memberikan apresiasi atas capaian-capaian pemerintah saat ini. Kalau hal itu dilakukan, maka kecil kemungkinan konstituen akan memilih mereka. Dengan demikian, yang paling gampang dan tepat adalah mengkritisi habis-habisan tentang kelemahan-kelemahan pemerintah saat ini yang nota bene adalah kompetitornya yakni pasangan SBY-Boediono.

 

Pasangan SBY-Boediono merupakan pasangan calon yang berada pada posisi incumbent (sedang memerintah). Sebagai incumbent materi kampanye pasangan ini dititikberatkan pada berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama 5 tahun terakhir dan tidak lupa pula membandingkannya dengan periode sebelumnya. Tujuannya jelas agar masyarakat, khususnya para konstituen lebih mengetahui  keberhasilan yang mereka capai, sehingga harapan untuk terpilih kembali semakin besar. Agar tidak dianggap berlebihan, pasangan ini juga mengemukakan beberapa kekurangan yang akan diperbaiki di masa mendatang. Diantara keberhasilan yang disampaikan baik melalui media televisi, media cetak, dialog di televisi maupun pada saat kampanye terbuka antara lain adalah keberhasilan dalam pemberantasan korupsi, penurunan rasio hutang terhadap GDP, berjalannya good governance, terpeliharanya keamanan, surplus beras, anggaran pendidikan yang mencapai 20%.

 

Sementara itu, pasangan JK-Wiranto merupakan pasangan yang berada pada posisi yang agak dilematis dalam mengusung isu dan materi kampanye. Hal ini disebabkan posisi JK yang adalah wakil presiden aktif bersama Presiden SBY. Apabila JK melakukan kritik tajam terhadap pemerintah saat ini, maka dia tentunya tidak lepas dari kritikannya sendiri. Artinya, secara tidak langsung dia akan mengkritik dirinya sendiri. Sebaliknya, apabila JK tidak melakukan kritik terhadap pemerintah saat ini, maka potensi raihan suara kemungkinan sangat kecil. Akhirnya, dalam posisi yang dilematis itu, pilihan materi kampanye JK-Wiranto adalah menunjukkan keberhasilan JK sebagai wapres dalam menangani berbagai masalah antara lain,  keberhasilannya dalam menangani perdamaian di Aceh, gagasannya tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT), Gagasannya tentang konversi minyak tanah ke gas elpiji, kritiknya terhadap departemen pertanian. Semua pernyataan ini dapat kita lihat pada media televisi, media cetak, dialog televisi dan saat kampanye terbuka. Kita yakin bahwa JK mengetahui pemerintahan Indonesia menggunakan sistem presidensiil dimana presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan. Artinya, semua yang dilakukan wapres atau menteri adalah atas persetujuan presiden dan presidenlah yang bertanggung jawab manakala terjadi masalah atas kebijakan yang dikeluarkan. Akan tetapi, karena posisi JK yang dilematis itu statemen di atas harus dilakukannya dengan segala risiko kritik yang muncul kemudian.

 

Harapan Publik

 

Terlepas dari posisi ketiga pasangan capres dan cawapres, sesungguhnya yang lebih penting bagi publik adalah bagaimana struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan mereka ajukan dalam mencapai berbagai janji kampanye. Misalnya, pertumbuhan  ekonomi  yang  ditawarkan  oleh  ketiga  pasangan  calon  Mega-Prabowo > 10%; SBY-Boediono 7 % ; dan JK-Wiranto 8 %, hendaknya dijelaskan cara mencapainya melalui struktur APBN. Karena, sebagaimana disetir oleh Sri Mulyani Indrawati, melalui struktur APBN yang ditawarkan akan kelihatan apakah semua janji kampanye akan dapat dicapai atau tidak. Apalagi, sebenarnya tujuan yang hendak dicapai oleh masing-masing pasangan calon sama yakni mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, topik tentang struktur APBN sebaiknya menjadi sesi tersendiri dalam debat capres/cawapres yang diselenggaran oleh KPU.

2 Tanggapan to “Memahami “Positioning” dan Materi Kampanye Capres/Cawapres”

  1. romailprincipe Says:

    kalo struktur apbn dibuat bahan, asyik juga..
    APBN juga pada ngerti pastinya cara menyusunnya, tapi kant ergantung budget dari masing2 departemen..

    • marlanhutahaean Says:

      Thanks atas masukannya….dept memang mrpkn slh satu organ yg mengusulkan budget, ttp dlm kampanye setiap psngn cln pastinya sdh mampu menyusun kira2 bagmn rancangan APBN-nya…’kan ada timnya….visi, misi, program baru bisa diwujudkan melalui APBN sbgai dasar hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: